Kenali Dulu Bedanya Melasma dan Flek Biasa
"Flek" sering dipakai sebagai istilah umum untuk hampir semua jenis pigmentasi di wajah — padahal di baliknya ada beberapa kondisi yang berbeda, dengan penyebab dan cara penanganan yang juga berbeda. Salah satu yang paling sering tertukar adalah melasma dan flek biasa (sunspot). Menyamaratakan keduanya bisa membuat treatment yang dipilih kurang tepat sasaran, dan hasilnya pun jadi kurang memuaskan.
Apa Itu Melasma?
Melasma umumnya tampak sebagai bercak pigmentasi yang cenderung simetris — muncul di kedua sisi wajah dengan pola yang mirip, biasanya di area pipi, dahi, atau atas bibir. Pemicunya kombinasi dari paparan sinar matahari dan perubahan hormonal, sehingga melasma cenderung bersifat kronis dan bisa muncul kembali meski sudah ditangani, terutama kalau faktor pemicunya (seperti paparan UV tanpa perlindungan) masih berlangsung.
Apa Bedanya dengan Flek Biasa (Sunspot)?
Flek biasa, atau dalam istilah medis disebut lentigo solaris, umumnya berbentuk bercak yang lebih kecil dan lebih jelas batasnya dibanding melasma. Penyebab utamanya adalah akumulasi paparan sinar matahari dari waktu ke waktu, bukan faktor hormonal. Flek jenis ini bisa muncul di usia berapa pun tergantung riwayat paparan sinar matahari seseorang.
Kenapa Penting Dibedakan Sebelum Treatment?
Melasma dikenal sebagai kondisi kulit yang cukup sensitif terhadap treatment yang terlalu agresif — penanganan yang tidak tepat bahkan berisiko memicu pigmentasi baru (rebound hyperpigmentation). Sementara flek biasa umumnya lebih responsif terhadap teknologi seperti laser pigmentasi dengan pendekatan yang berbeda. Karena kemiripan tampilannya di permukaan, membedakan keduanya secara mandiri cukup sulit dilakukan — di sinilah pemeriksaan langsung oleh dokter estetik jadi langkah yang paling akurat sebelum menentukan protokol perawatan.
Kalau kamu sedang mengalami flek atau pigmentasi yang tidak kunjung membaik meski sudah mencoba berbagai produk, langkah paling tepat adalah pemeriksaan langsung — bukan menebak dari cermin. Dokter estetik dapat menilai jenis pigmentasi secara akurat dan menyusun rencana perawatan yang sesuai.
Hasil treatment dapat berbeda-beda pada setiap individu, tergantung kondisi kulit, usia, dan gaya hidup masing-masing pasien.